Guru yang Dirindu
04 Januari 2009
PROGRAM KERJA CALON DEKAN FKIP UNSRI 2009-2013
Masa Bakti Tahun 2009 -2013
1. Latar belakang
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) adalah lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Sebagai LPTK, FKIP Unsri, bertugas dan berkewajiban mempersiapkan calon-calon tenaga pendidik dan kependidikan yang bermutu, unggul, profesional dan berakhlak mulia. Sebagai bagian dari Universitas Sriwijaya, FKIP Unsri berkewajiban mewujudkan Visi Universitas Sriwijaya, yaitu menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang berbasis riset, memiliki keunggulan di berbagai cabang ilmu, khususnya di bidang pengembangan sumber daya alam, menghasilkan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berkualitas, berakhlak tinggi, berbudaya, bersemangat ilmiah, dan menguasai serta mampu mempergunakan IPTEK, informasi dan kesenian untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Selain itu, sebagai bagian dari lembaga pendidikan tinggi, FKIP Unsri dalam melaksanakan pendidikannya tetap bertumpu pada program penataan sistem pendidikan tinggi, yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. Dengan demikian, maka prioritas program kerja saya sebagai Dekan FKIP Unsri masa bakti 2009-2013 difokuskan pada beberapa aspek berikut.
2. Program Strategis
a. Peningkatan mutu pendidikan melalui: (a) standardisasi kegiatan akademik dengan acuan Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan (b) melaksanakan penjaminan mutu terhadap seluruh aspek kegiatan akademik dan aspek pendukungnya.
b. Peningkatan mutu pelayanan administrasi umum, akademik dan kemahasiswaan, serta administrasi keuangan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
c. Peningkatan kreativitas mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan dengan menanamkan sikap dan nilai-nilai luhur tugas guru profesional.
d. Peningkatan mutu penelitian, penerapan IPTEKS dan Pemberdyaan masyarakat.
e. Peningkatan mutu lingkungan kampus sehingga tercipta suasana yang indah, nyaman dan menyenangkan bagi semua sivitas akademika.
f. Peningkatan kesejahteraan dosen, tenaga penunjang dan mahasiswa
g. Peningkatan peran FKIP Unsri dalam kancah regional, nasional dan internasional
3. Program Kerja
a. Bidang Akademik
1) Meningkatkan kemampuan akademik dosen dengan memberikan dukungan kemudahan bagi dosen untuk: (1) meningkatkan kualifikasi akademiknya, baik pada jenjang S2 maupun S3; (2) mengikuti seminar atau pertemuan ilmiah sesuai bidang ilmunya; (3) dorongan kenaikan pangkat dengan memberikan peluang presentasi seminar.
2) Memberikan insentif bagi dosen yang menyusun modul, bahan ajar yang diarahkan menjadi bahan ajar e-learning untuk dipergunakan bagi kepentingan perkuliahan.
3) Meningkatkan mutu sarana dan prasarana pembelajaran sesuai dengan standard yang berlaku disertai dengan melengkapi semua ruang kuliah dengan fasilitas pendingin ruang dan LCD.
4) Melengkapi dan meningkatkan mutu alat, materi, bahan dan pelayanan sumber-sumber belajar (learning resource) seperti perpustakaan, internet, dan laboratorium.
5) Meningkatkan kompetensi lulusan, khususnya dalam melaksanakan pembelajaran dengan memperbaiki mutu praktik pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa.
6) Meningkatkan mutu proses dan pengelolaan kegiatan pembelajaran melalui pemantauan efektivitas pelaksanaan perkuliahan, pemantauan kehadiran dosen dan mahasiswa.
7) Meningkatkan mutu penilaian pendidikan melalui strandardisasi instrumen penilaian.
8) Menyediakan dana (kompetitif) bagi dosen untuk melaksanakan program penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan melibatkan mahasiswa.
9) Mengembangkan program penulisan buku ilmiah tentang kependidikan bagi para Guru Besar FKIP Unsri dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan penguatan kapasitas lembaga.
10) Meningkatkan mutu pengelolaan penerbitan jurnal ilmiah terakreditasi ”Forum Kependidikan”, dan mengembangkan jurnal FKIP Unsri versi on-line.
b. Bidang Administrasi Umum dan Keuangan
1) Meningkatkan mutu pelayanan administrasi umum dan akademik dengan memperbaiki standar operasional
2) Meningkatkan mutu SDM ketatausahaan dan keuangan melalui program pelatihan baik internal maupun diutus ke lembaga penyelenggara;
3) Mempersiapkan penerapan sistem arsip digital bidang akademik, kemahasiswaan dan ketatausahaan secara bertahap dan berkelanjutan.
4) Memperbaiki kesejahteraan dosen dan karyawan dengan meningkatkan honor dosen yang mengajar dan karyawan yang ditugaskan pada program nonreguler, seperti ekstensi dan kualifikasi.
5) Menyelenggarakan seminar pengembangan diri, motivasi dan etos kerja karyawan oleh pembicara (motivator) nasional.
c. Bidang Kemahasiswaan
1) Mengembangkan kreatifitas mahasiswa di bidang keilmuan, kesenian, kebudayaan yang relevan dengan upaya peningkatan citra calon guru pendidik yang profesional
2) Mengembangkan sikap dan perilaku mahasiswa sebagai calon pendidik profesional dengan mewajibkan memakai pakaian ”uniform” (seragam) layaknya pakaian seorang guru yang siap mendidik di seolah, minimal sekali dalam seminggu.
3) Melakukan pencarian bakat atau talent scouting di semua bidang untuk mendorong mahasiswa berprestasi di bidang karya kreasi di berbagai media, intelektual dan kemasyarakatan.
d. Penataan dan Pengembangan Lingkungan
1) Menata ruang terbuka (publik) dengan: (a) penambahan sarana fisik, seperti membangun semacam ”saung-saung” atau tenda yang dapat digunakan untuk beristirahan sambil bersosialisasi dan belajar, akses internet oleh mahasiswa, (b) melakukan penghijauan, pembuatan taman bunga dan lainnya yang ramah lingkungan serta kondusif bagi suasana akademik.
2) Memperbaiki dan memeliharan fasilitas umum dalam lingkungan Fakultas, seperti kebersihan Kamar Kecil (WC/KM), tempat berwudhu, musholla.
3) Penataan tempat parkir kendaraan mobil dan sepeda motor demi keamanan dan ketertiban.
4) Meningkatkan kebersihan dalam dan luar gedung kantor dan ruang kuliah disertai dengan pengelolaan sampah yang baik.
e. Kerjasama/Kemitraan
1) Meningkatkan jalinan kerjasama dengan pemerintah provinsi, kota/kabupaten baik di Sumatera Selatan maupun di luar Sumatera Selatan, khususnya dalam rangka peningkatan kualitas akademik, kemahasiswaan dan kelembagaan.
2) Melakukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten dalam merekrut dan mendidik calon tenaga kependidikan yang akan ditempatkan di daerah asal dengan pola ikatan dinas atau pola lain yang disepakati.
3) Menjalin kemitraan dengan PTN/PTS baik dalam maupun luar negeri guna meningkatkan mutu dosen (kesempatan belajar: S2,S3; short course), dan berbagi (sharing) pengalaman dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
4) Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan penguatan kapasitas lembaga, Jurususan atau Program Studi diberikan kesempatan untuk melakukan kerjasama dengan jurusan atau program studi pada perguruan tinggi lain baik dalam maupun luar negeri.
5) Menjalin kerjasama secara internal dengan semua fakultas di lingkungan Universitas Sriwijaya, khsusunya dalam upaya pengembangan kemampuan mengajar bagi dosen-dosen non- kependidikan.
f. Penguatan organisasi dan sistem dukungan manejerial Fakultas
1) Menghidupkan kembali (mengembalikan) fungsi Jurusan Ilmu Pendidikan untuk mengkoordinasi program S1 PGTK/PAUD, PGSD, dan Bimbingan Konseling (BK), serta pendidikan profesi guru. Hal ini sangat penting mengingat di beberapa FKIP pada Universitas lain, seperti Unila, Unib, jurusan Ilmu Pendidikan-lah yang mengkoordinasikan program studi tersebut.
2) Menerapkan merit system dalam pemberian insentif serta penerapan disinsentif bagi pelanggaran ketertiban (dosen dan karyawan).
3) Dibentuknya unit layanan car pool fakultas dengan fasilitas mobil dan supir untuk melayani tamu fakultas, melayani dosen atau karyawan yang ditugaskan oleh fakultas, dan layanan lainnya yang dipandang penting dan darurat.
4) Membangun unit bantuan ”uang kemalangan” bagi dosen dan karyawan.
5) Melaksanakan pertemuan sebulan sekali untuk dosen, karyawan dan mahasiswa, selain melakukan pertemuan bulanan dengan pimpinan jurusan, program studi, ketatausahaan, dan unit-unit kerja di lingkungan Fakultas .
6) Pembuatan situs di internet khusus tentang FKIP Unsri sebagai salah satu upaya pencitraan publik.
7) Pengembangan fasilitas yang berfungsi mendukung pelayanan program belajar jarak jauh (PJJ) melalui layanan jaringan internet.
8) Memantau dan mengevaluasi manfaat program asuransi kesehatan pegawai dan dosen. Hal ini diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan baik PNS maupun honorer.
9) Pengembangan layanan informasi/informasi kebijakan Fakultas lewat SMS bagi Pimpinan, Karyawan dan Mahasiswa.
Demikianlah program kerja saya sebagai Dekan FKIP Unsri untuk masa bakti tahun 2009-2013. Saya yakin program-program yang ditawarkan tersebut adalah realistis dan dapat dilaksanakan dengan dukungan semua pihak, khsusnya Senat FKIP Unsri. Saya yakin pula bahwa program tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan, mutu pelayanan yang prima dan dapat membangun CITRA FKIP Unsri sebagai salah satu LPTK yang memiliki posisi terhormat dan diperhitungkan, sehingga menjadi rujukan bagi LPTK lain baik regional maupun nasional.
Jadi, Saudaraku, para anggota Senat FKIP Unsri yang terhormat, tetapkanlah dan mantapkanlah pilihan Anda pada saya sebagai Calon Dekan FKIP Universitas Sriwijaya, dan saya siap, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa, untuk melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Terima kasih.
Indralaya, 31 Desember 2008
Calon Dekan FKIP Unsri
Periode 2009 -2013,
Imron Abdul Hakim
NIP 131124263
02 Januari 2009
MELEPASKAN SAKIT HATI
MELEPASKAN SAKIT HATI - 03 Juni 2008 - 12:06 (Diposting oleh: Editor)
“No one can make you jealous, angry, vengeful, or greedy – unless you let him. – Tak seorangpun membuat Anda cemburu, marah, mendendam, atau rakus – kecuali Anda mengijinkannya.”
~ Napoleon Hill
Dalam pergaulan sehari-hari wajar jika kita tidak selalu bersanding dengan kemesraan bersama teman-teman maupun keluarga, kerabat, kolega bisnis, dan lain sebagainya. Ada kalanya terjadi benturan kecil atau besar. Tak jarang kita juga bertemu dengan orang-orang yang bersikap negatif, misalnya senang menghina, ikut campur urusan pribadi, memotong pembicaraan, merusak kebahagiaan, menghancurkan impian, senang menertawakan merendahkan, dan lain sebagainya. Benturan-benturan maupun sikap negatif tersebut dapat menimbulkan sakit hati yang luar biasa.
Tidak semua orang di antara kita berjiwa besar untuk melepaskan sakit hati tersebut. Meskipun demikian, usahakan untuk melepaskan sakit itu secepat mungkin sebelum meracuni jiwa kita. Pengalaman di sepanjang hidup saya memberikan pelajaran berharga bahwa memelihara sakit hati hanya menimbulkan kerugian dan kesulitan belaka.
Sebuah kisah berikut ini mungkin dapat memberikan gambaran yang lebih jelas betapa tidak enaknya menyimpan rasa sakit hati. Dikisahkan tentang seorang guru yang memberikan tugas cukup unik kepada para anak didiknya untuk mata pelajaran budi pekerti. Hari itu siswanya di kelas 3 SD diminta untuk memasukkan kentang ke dalam sebuah kantong plastik, sesuai dengan jumlah orang yang tidak disukai. Jika siswa membenci banyak orang, maka semakin banyak pula kentang yang ia masukkan ke dalam plastiknya.
Tugas selanjutnya adalah para siswa diwajibkan membawa kentang-kentang tersebut ke mana pun mereka pergi selama satu minggu. Hari pertama, kedua dan ketiga para siswa masih belum banyak mengeluh. Tetapi menginjak hari ke-4 sampai hari ke-6, hampir seluruh siswa itu mengeluh, karena merasa sangat tersiksa membawa beban yang cukup berat apalagi kentang-kentang itu mulai membusuk dan berbau. Setelah satu minggu barulah kentang-kentang itu dilepaskan, murid-murid itu pun merasa sangat lega.
Kisah tersebut mengisyaratkan alangkah ruginya menyimpan rasa sakit hati terus-menerus. Salah satunya mungkin sakit hati itu menyebabkan tubuh kita menjadi cepat letih dan sakit. Selanjutnya, menyimpan rasa sakit hati dapat menghambat upaya kita mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi dan usaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Sebaliknya, bila kita berbesar hati melepaskan sakit hati itu maka kita akan lebih mudah memetik manfaat darinya. Meskipun usaha itu tidak mudah, tetapi selama Anda berkemauan maka tidak akan ada yang sulit. Semoga beberapa tip berikut ini memudahkan usaha Anda melepaskan diri dari rasa sakit hati.
Berbicara tentang upaya melepaskan diri dari sakit hati tentunya kita harus terlebih dahulu menjernihkan hati kita agar dapat memandang persoalan dengan jernih pula. Koreksilah diri sendiri, bersihkan hati dari kotoran temasuk iri, dengki, sirik, pelit, culas, dan lain sebagainya. Pastikan bukan diri Anda sebenarnya yang keliru atau terlalu sensitif, sehingga orang lain berbuat sesuatu yang wajar saja tetapi bagi Anda sudah menyakitkan hati.
Bila hati nurani sudah dapat memastikan tidak ada yang salah dalam diri Anda, maka cara yang dapat Anda tempuh untuk melepaskan sakit adalah tersenyum tulus dan selalu menampilkan wajah ceria untuk melepaskan sakit hati terhadap orang yang sudah menyakiti hati Anda. Karena tanpa mereka sadari sebenarnya sikap buruk mereka justru mengasah hati nurani Anda semakin tajam. Anda sudah merasakan betapa tidak enaknya dihina, dihasut, difitnah, dimanfaatkan, dan lain sebagainya, sehingga Anda tidak akan berani melakukan sikap buruk yang sama. Secara tidak langsung mereka sudah menyebabkan kebaikan-kebaikan di dalam hati nurani Anda semakin indah terpancar dalam sikap maupun perbuatan Anda.
Berusahalah bersikap manis sebagai bentuk terima kasih kepada orang yang sudah menyebabkan Anda sakit hati. Bagaimanapun juga, mereka sudah menginspirasi Anda untuk mendidik diri sendiri maupun keturunan Anda untuk tidak melakukan sikap serupa. Sehingga, diri Anda maupun keturunan Anda nanti lebih terkontrol untuk tidak berbuat sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.
Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa orang-orang yang sudah menyakiti hati Anda itu memiliki andil yang sangat besar membesarkan tekad dan kemampuan Anda. Mereka sudah membuat Anda memiliki pribadi yang kuat dan sabar. Sehingga, Anda tidak mudah goyah menghadapi situasi sesulit apa pun dalam upaya mengejar cita-cita dan menjadi orang yang hebat.
Ini pengalaman pribadi ketika saya bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia belasan tahun yang lalu. Seseorang sudah berbuat culas, sehingga karier dan investasi yang saya bangun dengan susah payah hancur lebur tak bersisa dalam sekejap mata. Terus terang waktu itu saya sangat terpukul dan sakit hati atas perbuatannya.
Cukup lama saya menyimpan rasa sakit hati pada atasan saya tersebut. Tetapi kemudian, saya berpikir alangkah bodohnya membiarkan kebencian merasuki pikiran saya. Susah payah saya merasakan sakitnya hati, sedangkan dia tidak ikut merasakan penderitaan saya.
Sejak saat itu saya bertekad untuk melupakan semua kenangan buruk dengan menumpahkan seluruh kekesalan pada selembar kertas lalu membakarnya. Saya bertekad bahwa kebencian saya harus lenyap seperti hancurnya kertas itu dimakan api. Memori akan perlakuan buruk itu saya jadikan semangat untuk memperbaiki keadaan, membangun usaha sampai akhirnya saya memiliki bisnis seperti sekarang ini.
Saya ingin menyimpulkan bahwa solusi paling tepat untuk melepaskan sakit hati sebenarnya hanyalah mengubah api kebencian itu menjadi api semangat untuk berbenah diri. Lepaskanlah sakit hati agar langkah Anda semakin ringan untuk mengejar impian yang lebih besar dan berarti dalam hidup Anda. Melepaskan sakit hati memungkinkan Anda menjadi manusia lebih baik dan hebat.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
[Pembelajar.Com::]